Kamis, 25 November 2010

administrasi pendidikan

1. Jelaskan menurut anda apa pentingnya perananan administrasi pendidikan bagi lembaga pendidikan, seperti sekolah ?
 Jawab :
Menurut saya administrasi sangat diperlukan bagi kelangsungan proses belajar mengajar dalam pendidikan, terutama di sekolah. Pelaksanaan administrasi di suatu sekolah lebih dikenal dengan ke-Tata Usahaan yang mana di sebuah lembaga pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting, terkait di berbagai bidang, baik pencatatan, maupun surat menyurat, sosial maupun ekonomi dan lain-lain, sehingga tidak bisa dipandang kurang penting fungsinya. Administrasi dalam pendidikan yang tertib dan teratur, sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan pendidikan bagi Kepala Sekolah dan Guru. Peningkatan kemampuan tersebut akan berakibat positif, yaitu makin meningkatnya efisiensi, mutu dan perluasan pada kinerja yang ada disekolah. Tugas kewajiban administrasi pendidikan di sekolah, di samping mengatur jalannya sekolah, juga harus dapat bekerja sama dan berhubungan erat dengan sistem yang ada di masyarakat. Ia berkewajiban membangkitkan semangat staf guru-guru dan pegawai sekolah untuk bekerja lebih baik. Membangun dan memelihara kekeluargaan, kekompakan dan persatuan antara guru-guru, pegawai dan murid-muridnya. Administrasi suatu lembaga pendidikan merupakan suatu sumber utama manajemen dalam mengatur proses belajar mengajar dengan tertib sehingga tercapainya suatu tujuan terpenting pada lembaga pendidikan tersebut.
2. Ada enam (6) kegiatan pokok didalam proses administrasi pendidikan
-perencanaan
-pengorganisasian
-pengarahan
-pengkoordinasian
-pengawasan
-pengkomunikasian
Identifikasikan prinsip-prinsip masing-masing kegiatan tersebut dan berikan contoh penerapannya?
 Jawab
 Perencanaan
Perencanaan merupakan aktifitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan. Perencanaan merupakan syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung.
Contoh penerapannya : Dalam suatu sekolah ingin mengadakan suatu rapat, maka yang mempersiapkan segala sesuatunya tersebut adalah bagian Tata usaha, mereka mempersiapkan segala sesuatunya, seperti surat-surat undangan siapa saja yang diminta hadir, dsb.
 Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan kelanjutan dari perencanaan. Setelah direncanakan apa yang akan dicapai dan bagaimana mencapainya, kita perlu mengadakan pengelompokkan kegiatan yang akan dilaksanakan. Pengorganisasian disekolah dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang atau guru dan personal sekolah lainnya serta mengalokasikan sarana dan prasarana untuk menunjang orang-orang tersebut dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Pengorganisasian merupakan aktifitas untuk menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.
Contoh penerapannya : Dalam suatu sekolah pasti ada yang namanya suatu organisasi, mulai dari yang paling tinggi jabatannya seperti kepala sekolah, wakil kepala sekolah yang bertugas membantu kepala sekolah, sekretaris, bendahara, dan staf-staf lainnya yang dirasa mampu menjalankan suatu jabatan yang diterimanya guna tercapainya tujuan yang diinginkan.
 Pengarahan
Memberikan arahan, tersimpul banyak hal seperti memberikan instruksi pelaksanaan, memberikan petunjuk-petunjuk tentang cara-cara melaksanakan intruksi atau arahan, mengikuti terhadap pelaksanaan intruksi, dan menghindarkan kesalahan-kesalahan yang diperkirakan dapat timbul dalam pekerjaan. Pengarahan diartikan sebagai suatu usaha untuk menjaga agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan seperti yang dikehendaki.

Kegiatan pengarahan dapat dilakukan dengan cara :
a. Melaksanakan orientasi tentang pekerjaan
b. Memberikan petunjuk umum dan petunjuk khusus baik secara lisal maupun tertulis
Contoh penerapannya : Kepala sekolah meninjau setiap guru yang ada, untuk mengetahui sejauh mana guru mampu melaksanakan pembelajaran, secara berkala kepala sekolah perlu melaksanakan kegiatan supervisi, yang dapat dilakukan melalui kegiatan kunjungan kelas untuk mengamati proses pembelajaran secara langsung, terutama dalam pemilihan dan penggunaan metode, media yang digunakan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
 Pengkoordinasian
Koordinasi disekolah diartikan sebagai usaha untuk menyatupadukan kegiatan dari berbagai individu atau unit di sekolah agar kegiatan mereka berjalan selaras dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan sekolah yang telah di tetapkan sehingga semua bagian dan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat atau kesimpangsiuran dalam tindakan.
Contoh penerapannya : Dalam melaksanakan koordinasi, pemimpin atau kepala sekolah harus mengadakan pengawasan terhadap anggota untuk mengetahui apakah ada penyimpangan-penyimpangan dari rencana dan bagaimana hasil kerjanya. Karena itu pengawasan koordinasi dan pengawasan tidak dapat dipisahkan.

 Pengawasan atau Supervisi
Untuk menjamin terlaksananya layanan bimbingan secara tepat diperlukan kegiatan pengawasan bimbingan baik secara teknis maupun administrarif. Fungsi kepengawasan layanan bimbingan adalah memantau, menilai, memperbaiki, meningkatkan dan mengembangkan kegiatan layanan bimbingan disekolah dasar. Pengawasan sebagai suatu fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan kondisi-kondisi atau syarat-syarat esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
Contoh penerapannya : Kepala sekolah melaksanakan pengawasan dan pembinaan.

 Komunikasi
Di dalam administrasi pendidikan menurut sifatnya komunikasi dibagi menjadi 2 macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. Dalam komunikasi bebas, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota lain. Sedangkan dalam komunikasi terbatas, setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja. Komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi.
Contoh penerapannya : Anggota yang satu atau kepala sekolah memberikan pengarahan kepada anggota yang lain jika ada terdapat memiliki kesalahan dalam menjalankan tugasnya, serta memberikan solusi bagaimana cara penerapannya yang benar dalam administrasi tersebut.

3. Jelaskan peran anda sebagai seorang guru dan jelaskan bagaimana kerjasama anda dengan konselor dalam memberikan bimbingan belajar. Contohnya dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan mata pelajaran tertentu. Bimbingan sosial, membantu memperoleh persahabatan yang sesuai. Bimbingan pribadi, bagaimana memadukan kepentingan siswa dengan orang tua atau lingkungannya.


 Jawab
Di sekolah, tugas dan tanggung jawab utama guru adalah mengajar (sebagai seorang motivator, fasilitator, dll) melaksanakan kegiatan pembelajaran siswa. Guru merupakan tangan pertama dalam usaha membantu memecahkan kesulitan-kesulitan siswa. Pelaksanaan tugas pokok guru dalam proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bimbingan, sebaliknya layanan bimbingan di sekolah perlu dukungan atau bantuan guru Meskipun demikian, bukan berarti dia sama sekali lepas dengan kegiatan pelayanan bimbingan dan konseling. Peran dan konstribusi guru mata pelajaran tetap sangat diharapkan guna kepentingan efektivitas dan efisien pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah. Bahkan dalam batas-batas tertentu guru pun dapat bertindak sebagai konselor bagi siswanya.

Kerjasama guru dengan konselor dalam layanan bimbingan belajar, sosial dan pribadi.
Sebagai seorang guru kita melaksanaan tugas pokok yaitu mengajar, tapi dalam proses pembelajaran tidak dapat dipisahkan dari kegiatan bimbingan, sebaliknya layanan bimbingan yang ada di sekolah juga memerlukan bantuan guru. Karena guru lebih mengenal tingkah laku, sifat-sifat, kelebihan dan kelemahan tiap-tiap siswa. Dengan demikian, disamping bertugas sebagai pengajar, guru juga dapat bertugas dan berperan dalam bimbingan antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, maupun guru dengan orang tua. Tugas kita sebagai seorang guru untuk mengembangkan peserta didik secara utuh dan optimal sesungguhnya merupakan tugas bersama yang harus dilaksnakan oleh guru, konselor, dan tenaga pendidik lainnya sebagai mitra kerja. Sementara itu, masing-masing pihak tetap memiliki wilayah pelayanan khusus dalam mendukung realisasi diri dan pencapaian kompetensi peserta didik. Dalam hubungan fungsional kemitraan antara konselor dengan guru, antara lain dapat dilakukan melalui kegiatan rujukan.
Masalah-masalah perkembangan peserta didik yang dihadapi guru pada saat pembelajaran dirujuk kepada konselor untuk penanganannya. Demikian pula, masalah-masalah peserta didik yang ditangani konselor terkait dengan proses pembelajaran bidang studi dirujuk kepada guru untuk menindaklanjutinya.
Masalah kesulitan belajar peserta didik sesungguhnya akan lebih banyak bersumber dari proses pembelajaran itu sendiri. Hal ini berarti dalam pengembangan dan proses pembelajaran fungsi-fungsi bimbingan dan konseling perlu mendapat perhatian guru. Sebaliknya, fungsi-fungsi pembelajaran bidang studi perlu mendapat perhatian konselor.